Dunia Maya Damai Ala Ibu2 New Zealand

Standard

Assalaamu’alaikum wr. wb.


Sebagai ibu2 yg tinggal di NZ, saya tergabung dengan 2 komunitas ibu NZ. Keduanya, saya nobatkan sebagai fb grup informatif terdamai se dunia maya (saya). Buktinya bisa dilihat pada screenshot salah satu thread tentang MPASI (makanan pendamping asi) dini dari grup yang saya ikuti.

Enak ya, bacanya? Apa mereka semua satu pendapat kok bisa damai gitu? Nggak juga. Ada perbedaan pendapat di sana, apalgi topik yang diangkat juga topik sensitif. Namun semua opini disampaikan dengan baik dan informatif.

Kunci utama kedamaian grup adalah tim admin dan member yang tegas menjaga keharmonisan grup. Ga tanggung2, bicara dengan nada tidak enak sedikit saja di grup ini Anda langsung diblock. Ga pake lama. Komentar ga enak Anda juga tentunya langsung dihapus. Admin ga liat komen ga enak Anda? Pasti ada member yang colek admin dengan segera. Thats why grup ini bersih dari kebencian, karena sekecil apapun kemungkinan untuk timbulnya kebencian langsung dimatikan sebelum api kebencian itu membesar. Dan secara ga langsung, member2 jadi belajar cara menyampaikan pendapat yang baik dan benar. Anda merasa diblock? Jangan baper, tapi introspeksi!

Perlu digarisbawahi, mematikan potensi kebencian berbeda dengan tidak mau menerima kritik. Karena kritik atau opini yang baik, meskipun berbeda prinsip pun, sesungguhnya bisa disampaikan dengan cara yang baik pula. Sekali lagi, contohnya dengan jelas bisa dilihat di deretan screenshot yang saya tampilkan di sini.

Saya sih lelah ya, dengan segala kebencian yang bertebaran di dunia maya. Kebencian yang bermuara dari ketidakmampuan menyampaikan opini dengan baik dan benar, ketidakmampuan untuk berprinsip agree to disagree, serta nafsu untuk membully orang yang berbeda paham dengan komen tidak penting (cth komen: “ibu/bapak tuh ga sekolah ya??”; sungguh komen yang tidak sesuai konteks).

Entah itu opini tentang politik, tetek bengek ibu2, hingga kpop star (!), apapun bisa menghasilkan gelombang kebencian di dunmay. Empunya pendapat pun sayangnya tidak pandang bulu, bisa laki-laki perempuan dewasa remaja sarjana maupun tidak, ternyata masih banyak yang belum terlatih untuk beropini tanpa menyakiti.

Semoga dengan sedikit screenshot ini netizen Indonesia bisa terbayang, bahwa bisa loh damai di dunia maya. Sayangnya susah kalau saya screenshot seluruh threadnya. Pengennya sih masukin semua hater (apapun itu konteksnya) ke grup sini biar semuanya pada ngerasain diblock. HA! Tapi sayangnya ga bisa. :p

Semoga juga bukan hanya para admin grup netizen indo yg bisa mencontoh ketegasan admin grup ibu2 NZ, namun juga masing2 netizen personal, terutama Anda dengan jumlah follower yg banyak. Sekiranya ada komen ga enak di status Anda, block ajalah orangnya daripada status Anda memfasilitasi bertambahnya deretan kebencian dunia maya. Dan semoga dari para member grup ibu2 NZ kita netizen juga belajar, untuk beropini mengedepankan sharing informasi, daripada menjustifikasi dan memaksa pendapat sendiri. Salam damai dunia maya! 😉

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Advertisements

Diskon 17an

Standard

DIACLAIMER: PENULIS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEABSAHAN INFO DI BAWAH INI

*DISKON GILA GILAAN S/D 72%*…hampir semua merk di Indonesia….Kado ulang tahun untuk rakyat INDONESIA persembahan anak bangsa…. *HARI BELANJA DISKON INDONESIA* 

Jangan sampai ketinggalan :

*Tgl 15 – 27 Agustus di Gambir Expo JIExpo kemayoran , Jakarta*

*Tgl 17 – 20 Agustus di seluruh Mall di Indonesia* 

Untuk lebih jelasnya kunjungi :

Facebook  : HARI BELANJA DISKON INDONESIA 

Website :  www.hbdiindonesia.com
Program program promosinya :
1. *Wacoal*, buy 2 disc 45% dan special price Rp 72.000 utk 1 bra/3 panties. Spesial utk Mandiri buy 1 disc 45%
2. *Planetsurf*, Sale Up to 72% dan Start From 72.000. Special utk Mandiri Get Voucher 50k
3. *Les Femmes*, Disc 17% for Shoes and Bag.
4. *Naughty Accessories*, Min. purchase Idr 200K Free Special Gift.
5.Tony Roma’s: discount 17%+8%. Jakarta untuk minimum pembelanjaan Rp. 700.000 & maksimum Rp. 2.000.000 (sub total bill).  Surabaya untuk minimum pembelanjaan Rp. 500.000 & maksimum Rp. 2.000.000 (sub total bill).  
6. *Mad for Garlic:* Discount 17%+8%. Jakarta untuk minimum pembelanjaan Rp. 300.000 & maksimum Rp. 1.000.000 (sub total bill). 
7.Delamibrands  ( The Executive, Wood, Etcetera, Colorbox, Wrangler, Lee, Jockey, dan Tirajeans ) , Disc up to 72% , program khusus dgn Mandiri cardholder
8. Fisik sport: Nike, Adidas, Puma, Specs, Piero up to 70%
9. *Our Daily Dose* : Nike, Adidas, Puma, dll up to 70%
10. *Watsons* : Disc up to 72% +  11% with Mandiri CC + Up to 45% with Mandiri Fiestapoin
11. *Funworld*, Bonus Saldo up to 72%*, khusus priviledge mandiri (selected area) min pemb 100rb mendapatkan tambahan bonus 10rb.
12. *Boga group ( Pepper Lunch, Bakerzin, Paradise Dynasty, Paradise Inn, Shaburi , Kintan Buffet)* disc 17% with min purchase
13. *GF Culinary (Fish & Co., Song Fa Bak Kut Teh, Marutama Ramen, Ojju K-Food dan PUTIEN)*: Minimal transaksi Rp. 200.000 (sebelum tax & service) akan mendapatkan kupon FREE Dessert of the day pada aplikasi GF Rewards.
14. *ZOOM&WATCH* : Discount up to 45% for camera&watches, special price Rp 72.000,- dan Buy 2 Rp 72.000,- only for accesories camera & watches (selected item).
15.Imperial Group: Imperial Kitchen (Rp 7.200 for selected dimsum item only),  Imperial Shanghai (Disc 45% for selected item only), Yumzaa (Disc 45% for selected item only)
16. *Optik Melawai* : Buy 1 Get 1 Free for Eyewear (T&C apply)
17.*Lamian Palace: Disc 45% for selected lamian item only
18. *Shabu Shabu House* : wagyu beef 72rb nett (every purchase of beef shabu2 set)
19. *Harindobrands ( Country Fiesta / Ocean Pacific )*: Special price Rp.20.000 – Rp.90.000
20. *Ta Wan* : Independence Day Package 72k and get voucher 45k
21.Ichiban Sushi :  Independence Day 72K
22. *Salt N Pepper* : promo START from 72K and Get add 10% disc for Mandiri cardholder
23. *Jack Nicklaus & Jobb.* Sale Up To 72%. Add 10% with Mandiri cardholder
24. *PUKU* 17%+8%dan sale up to 50%
25. *Yongki Komaladi.* Free gift utk pembelanjaan rp 170845. Sp rp 72.000 utk luar kota
26. *Charles & Keith*. Complimentary gift for all regular purchase. Jabodetabek & Bandung only.
27.Pedro. Cashback IDR 100 K for next transaction on spending min. IDR 1 Mio regular items.
28. *Hava* Discount up to 45%. All store.
29. *Gaudi*. Discount up to 45%. All store.
30. *Toys kingdom*, Disc 17% (on selected products)+8% for mandiri cardholders and member.
31.FamilyMart. All beverages coffee and tea Rp 7.200 for Mandiri cardholder
32. *Sunny Side Up:* Paket 72 Merdeka 2 mini omurice + 2 yuzu seharga 72.000 nett
33.Minimal, Minimal Man dan Tres Jolie: Regular store – 17% off (all normal items) + 8% off buy 3 or more. 
34. *Outlet store*- special price Rp 99.900
35. *Pop up store* – sale up to 72% off
36. *Kobeshi by Shabu2house* : harga All U Can Eat Weekdays price = Weekend price
37. *Hammer, Nail, coconut island, osprey :* disc up to 72%, dan Special Price 45k, 72k.
38. *Buccheri dan Vicari* discount up to 45%, Gabino up to 50 % + 30%, Pembelian dengan Mandiri dapat cash back voucher up to 50.000
39. *AEON Store*. Buy 1 Free 1* selected items
40. *Sushi tei dan sushi kiosk* – disc 17% (food only) dgn min purchase
41. *PHD* pembelian my box free lite drink all day
42. *Byford* : SP 72.000, diskon up to 72%, 5% add for Mandiri
43. *Electronic Solution :* Program Kemerdekaan Additional diskon 450 ribu/800ribu/1,7 jt, khusus mandiri Cashback 170rb dan 720rb. 
44. *Home Solution :* Cash Back 170.000 untuk setiap pembelian mattress & furniture.

Special for Mandiri Cardholders
45. *ADA* : Diskon 45% – 72% for selected item & Diskon 17% for all item
46. *ADVANCE* : Disc Up to 72%, Cashback Rp.1.000.000, Additional Disc 7%+2% (T&C apply)
47. *Dcrepes:* Choco Peanut or Choco Cheese @ 7200 (with any crepes purchase)
48. *MANZONE* : Get instant rebate 72k for every minimum purchase idr 399.900
49.Carl’s Jr. : Paket Spesial 45 ribu untuk Classic Burger + Big Burger Cheese. Spesial untuk semua nama yang mengandung 8 unsur berikut: Agus, Adi, Ari, Ayu, Ati, Ani, Budi, Putra dengan menunjukkan kartu identitas. Berlaku s/d 17 Agt. 
50. *Wingstop*: 45% Off untuk 17 Crunchy Wings bagi semua yang memiliki unsur nama berikut: Agus, Ina, Dewi, Ira, Ika, Ria, Ana and Putri dengan menunjukkan kartu identitas. Berlaku s/d 17 Agt. 
51.Caribou Coffee: 45% Off Iced Beverage Deng’s pembelian makanan apapun. Berlaku post dan menunjukkan status Saya <nama>, #SayaIndonesia di akun masing-masing,  mention dan follow @cariboucoffeeid. Sampai dengan 18 Agt.
52.Lotte mart : paket 72.000 , harga serba 17.000 (17 – 20 agustus) , makan duren sepuas nya dengan harga 17.000 berlaku untuk tanggal 17 agustus only
53. *Alfamart* : serba disc up 17%, serba Rp 8000, serba disc 45%, and many more. Periode s/d 31 Agt 
54. *Dan+Dan* : disc up to 72%, serba 45rb, serba 72rb, periode s/d 31 agt
55. *LOKA Lifestyle Supermarket* : Disc 17% all fresh products, Disc 8% all grocery products, Free voucher for 45 top spenders only for LOKA meCard holdere on 17 August 2017. Free LOKA meCard during August. Disc up to 50% with Mandiri Fiesta Poin until 31 August 2017.
56 . *SHIHLIN Taiwan Street Snacks* : 

Rp. 72.000 untuk 2 XXL Crispy Chicken (17-20 Agustus 2017, selected store)

Merdeka “Bayar” Suka-Suka untuk XXL Crispy Chicken (hanya 17 August 2017, selected store “GI, HBDI Festival, Pakuwon Mall Surabaya, Grand City Surabaya, Cirebon Super Block”)
57. *Avenue* SALE 50%, NA 20% all items
58. *Rainbow* all items 17%
59. *KOBA group* 17-20 Agustus (KOBA korean BBQ. 72 ribu one plate of meat woo sam gyup 150 gr)
60. *Thaistreet* paket 72rb. (Thai style beef on rice + manggo sticky rice)
61.POLO RALPH LAUREN : 17 – 20 Agustus, women poloshirt IDR 130.000 & leather bag 77%

11 – 27 agustus 72% off
62. *STUDIO TAS & TRAVEL X Perience* : Disc up to 72%, special Price Rp 720 rb selected items
63. *Jrep* Sale 45% all stores
64.  *Baso Malang Karapitan (BMK)* : PAKET MERDEKA 45 ribuan untuk makan berdua. 
65. *Gokana Ramen & Teppan* : PAKET MERDEKA Rp 72 ribuan untuk makan + minum berdua. 
66. *Platinum* : PAKET MERDEKA Rp 72 ribuan untuk makan + minum berdua.
67. *Raa Cha Suki & BBQ* : PAKET MERDEKA Rp 45 ribuan lengkap dengan paket Suki & BBQ.

You are Amazing

Standard

Assalaamu’alaikum wr. wb.

Dear Syva,

Today is Friday July 7th. Our house is supposed to be empty by next Friday (end of tenancy), the same day as our 17hr flight to Indonesia, but you know what? We’re nowhere near ready. Even the thought of going home first time in 3years couldmt excite you, because of whats happening right now.

It’s fever day 4 for Naisha and fever day 3 for Rumi today, while your own 2 days fever finished yesterday, alhamdulillaah. GP said both kids got virus infection (no medicine, of course!) and that they should be fine for the flight next week. It doesnt sound that bad when you read it, but believe me when I say IT IS HARD.

Baby just wont stop crying. It’s SO hard to get him rest. He doesnt even drink properly. He even refused to breastfeed lots of time!!! Did I mention that he just WONT STOP CRYING?? And then after 4days struggling with your sanity, finally you had your mental breakdown this morning. It feels like a crying game. Baby vs you. Baby won.

Then few hours passed. Things still not get any better, but at least you stopped crying and started thinking.

All iz well. This too shall pass. This wont last forever. Every second passing by leads you closer to the finish line. Hang in there!!! Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah – repeated mantra

I still don’t know how we’re gonna make this house empty, how we’re going to pack luggages for our trip, or how we’re going to get this house all clean for inspection by next friday. What I do know that Allah’s power is beyond everything. That Allah is with us and will show us the way. Insya Allah.

I’m writing this post to you, Syva, so that you always remember about this week you’ve been going through. So that you keep in your mind that no matter how tough the condition is, eventually everything’s gonna be alright (not atm im writing tho, but soon insya Allah). And also to remind you that you have a wonderful husband and a very understanding daughter, and most importantly, Syva, YOU ARE AMAZING!!! YOU’RE DOING A GREAT JOB! YOU’VE BEEN FANTASTIC DESPITE EVERYTHING THAT HAPPENED. AND YOU SHOULD BE PROUD OF YOURSELF. REALLY, REALLY PROUD. ONCE AGAIN, YOU ARE AMAZING. 

All iz well. Bismillah, let’s do this. We can do it.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Best Advice for A New Mom

Standard

Assalaamu’alaikum wr. wb.

“What is your best advice for a new mom?”, few weeks ago someone asked in an NZ facebook mom group where I join. There were lots of answers, such as make frozen food, follow your guts, sleep when the baby sleep, etc. That was actually a good group thread for new mom to be with lots of good answers. I have my own answer too which I didn’t find in all of those replies.

Having a maternity experience in NZ, and knowing it’s an NZ based group, if I could only have one answer for the question, mine would be ‘Tell your midwife everything’. Everything like, everything. What concerns you, what worries you, what makes you sad, what problems you have. Just tell her. Everything. 

I had the best midwife I could ask for. And I have high expectation that everything she did, was actually the standard service provided from a midwife in NZ. One thing I learnt was that, by telling your midwife everything, as an expert not only she will listen to you whole-heartedly, but she will also help you solve all your problems. Which sometimes husbands can not provide (the solving part, not the listening). So, any kind of thoughts you had in mind, please let your midwife knows. 

Well that was actually my answer, until I had a chat with my mom friend just recently. This friend is actually Naisha’s friend’s mom, who just had her third son about a month ago. We talked at Naisha’s kindy while waiting the time to pick our kids up.

In between the chat she asked me how many hours do I get to sleep everynight. I answered her by explaining that I had a baby cot placed side by side with my bed, and because of that, at night I will still be sleeping while feeding my baby. I actually avoid to say the term ‘co-sleeping’, even it is what I actually do every night, because co-sleeping is actually not allowed here in NZ. But then I added to her, “Well, I know that’s actually not really good, co-sleeping”. To which she surprisingly replied, 

No no no no, WHATEVER WORKS BEST FOR YOU”.

I was actually surprised with her answer. It was actually the best soothing answer a mom friend ever gave to me. Whatever works best to you. At that very moment, I thought, that is actually what should be said to every new mom in the world.

Don’t say breastfeed is the best. Say, whatever works best for you.

Don’t say disposable diapers is not good for newborn (someone said this to me!). Say, whatever works best for you.

Don’t say bottle will confuse babies to do direct-breastfeeding. Say, whatever works best for you.

Don’t say, exclusive pumping is not the same as breastfeeding. Say, whatever works best for you.

Don’t say baby lead weaning will hurt your baby (someone said this to me, too). Say, whatever works best for you.

And so on, so on. I could keep on writing but I’m too lazy.

So for now, I’d say the best advice I could give for a new mom is, that other people can have their opinion about everything. But this is you. And this is your baby. So it all goes back to you. 

Whatever you do, choose to do whatever works best for you. And your baby.

I encourage you, mommies who’s reading this, to say the same to your new mom friend. And hopefully, mom war shall be gone someday.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Fishing Day

Standard

Assalaamu’alaikum wr. wb.

They say, Wellington is the coolest little capital city in the world. I second that! Some of them say it’s because Wellington has everything from hills to beaches, variety of food and city life. Some also says what makes it cool is the people. All of them are true, imho. But for me, there are two main things that make Wellington really cool. I’ll write the second reason on another post. But my first reason is, because here in Wellington there are lots of cool free children/family event to attend, almost every week.

For me especially, having little children means having lots of outdoor activities. The thing is, I am a stay at home mom. I don’t really go out much, except on my special me time, which mostly ended up on me having a nap. And as much as I’d love to give my kids screen time (about 2hr a day), I can’t do it all the time. So going outside is actually a win win solution for us. Parks, playground, beaches, pool can be easily found here so it’s not hard to find outdoor activities. Naisha and I are both happy everytime we do outside activities. Luckily for Wellingtonian families, if you search carefully, you’ll see that there are lots of free/almost free children/family event to attend, (almost) every week.

For example, today we went to Kids Gone Fishing Day. Naisha has been asking to go fishing a lot for the past few months. But we don’t have fishing gear. We don’t know how to do fishing either. But then one day I saw the ad about this event when we were passing through a street, but I only remember it said kid, fishing, and 18th March. I actually searched it on google but funny I didn’t find the event I was looking for. But then 2 days ago, Facebook suggested this event on my newsfeed! HA! How did you know Facebook? How??? Sometimes I wonder what Facebook doesn’t know about me. Maybe facebook knew I was pregnant before I realized it. #kidding

So I checked on their facebook page, found out that this event is totally free. We don’t have to bring any fishing gear. And there will be lots of free stuff too such as face painting, sausage sizzle and prizes. So I asked Mr. Ghifary if we could come to this event since I don’t think there will be any more chance to take Naisha fishing with our never-gone-fishing condition in the future. So we went there today. And we had a great time! ^_^

The event took place at Queens Wharf. We started the event by registering Naisha, in the under5 group, she got number A44. The lady at the register table said, to tell the number to the committee whenever we caught a fish. The lady also gave us two handlines for us to use since we didn’t bring any fishing rod, and said we could get the bait at the other table. So we went to get our bait, which was chopped dead squid. Then  we’re ready to fish!

We arrived about an hour from the start of the event, and there were already hundreds(?) of families. So it took us a few minutes to find a spot since the harbour was already packed. After we found our spot, I asked Mr. Ghifary to help Naisha do the fishing. Truth to be told, I found putting chopped dead squid is a bit disgusting so I just let Mr. Ghifary took care of it, lol. But at that time Rumi was crying for feed too, so I walked away from our spot to sit in the chair provided. The other things that made me happy at this event was that I met our friend from Playcentre. She came with her husband and two kids, Naisha’s friends, and they ended up took a spot beside Naisha’s. We had a nice chat. I also had a lovely chat with a Malaysian lady who’s been living in Wellington for 36 years. She was one of the committee who helped this event run. She said this is actually an annual event. Last year they had 600-700 families. She also said that earlier today they pour some special mixture down the ocean in the event area. I couldn’t really listened to what she said about the mixture composition but it was something that would attract a lot of fishes to come. That’s why lots of kids caught fishes, she said. She also introduced me to the MC event, a guy who apparently just visit Indonesia recently and he said he loves Indonesia. 🙂 Oh the other thing I remembered about the MC was when he said through the microphone that, this event is proudly brought for the kids, so kids can experience and try something new (which we did, thank you very much!). And then the MC said, “Thank you for all the parent who bring their kids to the event today”. 🙂

After finish feeding and chatting, I checked out on Naisha and Mr. Ghifary. Still no luck from the fishing thing. Then I offered him myself to look after Naisha and tried fishing. Mr. Ghifary and Rumi then went to the waiting queue for couple of hot chocolates. Yes, they also provided free hot&cold drink (coffe, hot choc, juices)! It was a long queue for Mr. Ghifary. Which left us fishing for some period of time. Naisha was curious why we still couldn’t get fish after a while. Well, that how fishing goes, right? But then something amazing happened. I saw something big and orange on the surface of the sea, few feet right to us. It was definitley not a fish. Then I looked at an old gentleman sat beside us. He checked on one of the fishing rod he was looking after (there were three). And I finally realized that fishing rod caught a starfish! A huge one! But apparently it wasn’t the gentleman’s fishing rod. So he called for a kid, the real fishing rod owner to come and so the kid himslef pulled out the starfish. It was a really nice experience, not only for Naisha but for me too. 🙂

After a while, I get a bit boring waiting for us to catch the fish so I offered Naisha if we could go home. She refused at first. She said she wanted to catch a fish. She wanted to get a prize, since I told her they measured all the caught fish and there’ll be prizes for those who caught big fish. I was kind of afraid that we sill still be there for long since surely we had no beginner’s luck on this fishing thiing, but then Naisha’s friends came back to their spot with their painted face. So I asked Naisha if she wanted to have face painting too and we could go home after that, which she agreed. Yayy!

All in all, it really was a nice family event. Besides all the fishing and free things already mentioned, they also brought a firetruck, and police cars with lots of policemen and police women. We ended our activities with having lunch near the event area, where there were some picnic chairs and tables.

Tomorrow, there will be another free (for children) event for us to attend. It’s called the Life Fllight Open Day. There will be more than a dozen EMERGENCY SERVICES will be on display, demonstrating the important work they do. Other free event already happened the past few months was Island Bay festival, Karori Carnival, Newtown Festival, Children’s Day celebration, Meridian Kids Magic Botanic Garden, and many else. Not to mention there will always be free event at Te Papa Museum, for example we could  have attended the Whale Rider stage act show at Te Papa this evening but we didn’t, 2 weeks ago there were also children strings concert which unfortunately we didn’t attend too, and lots of other show to come. See? We can never be bored in this coolest little capital city in the world. Oh Wellington, you’re too cool to be true! :*

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Trivia with Naisha

Standard

Assalaamu’alaikum wr. wb.
WITHOUT prompting, ask your child these questions and write EXACTLY what they say:

*******

Answer from Naisha, 4.5 years old

1. What is something I say a lot:?
Chatterbox! *Naisha talks aaaaallll the time, so Mr. Ghifary and I often call her the chatterbox*

2. What makes me happy?
Present

3. What makes me sad?
Pee pee in the floor *Alhamdulillaah it’s been a long long time since her last accident*

4. How tall am I?
That tall! *pointing up to my head*

5. What’s my favorite thing to do?
Hugging and kissing *I always say that I love hugging and kissing her*

6. What is my favorite food?
Broccoli *Nah, I’m not a veggie eater. But I just made a baked broccoli with cheese sauce that day and I surely ate  a lot*

7. What is my favorite drink?
Water

8. If I could go anywhere, where would it be??
Park with baby and me

9. Do you think you could live without me?
Naaaaaah I don’t want to *aaaw so sweet*

10. How do I annoy you?
Like this! *she then tickled me*

11. What is my favorite TV show?
Tom & Jerry *not sure where this answer came from. last time I watched tom&jerry she’s not even born yet*

12. What is my favorite music to listen to?
Moana *just saw moana few days before, and we sang the song like, every day*

13. What is my job?
Doing FF *HA!!! Surely doing facebook IS my job! Now you know it.. (lol)*

14. How old am I?
I don’t know

15. what’s my favorite color?
Light blue *Correct!*

16. How much do you love me?
All of them! *I guess she meant really really love me. I love you too kiddo..*

It was actually pretty fun. Might do it again when she’s over 5 and see what her answer will be..

Wassalaamu ‘alaikum wr. wb.

RUMI: The Birth Story

Standard

Assalaamu’alaikum wr. wb.

Cita2 nulis post ini pas Rumi keluar NICU. 2,5 bulan berlalu baru kesampaian. Alhamdulillaah kemarin Rumi berusia tepat 3 bulan. Selesai juga nulis postnya walau publishnya lewat sehari, tadinya pengen kemarin. Gapapa lah daripada ga ada sama sekali. Maaf ya nak, dokumentasi kehidupan awal kamu lebih sedikit daripada kakak Naisha, hiks..

Eniwei, berhubung banyak pengalaman baru yang saya rasain di kelahiran anak ke2 ini, jadi rasanya pengen bikin beberapa post. Tapi ntah lah ya kita liat nanti lah. Mulai dulu dr cerita persalinan aja yaa.. Klo ngerasa makin lama ceritanya makin singkat2 tulisannya harap maklum ya. Kemaren2 udah tuh nulis panjang lebar, eh draftnya berhenti di Day 2 (LOL). It’s gonna be a long post. Don’t say I didn’t warn you. 😉

Day 0 – Thu 28 Oct 2016

Di hari ini, teman-teman terkasih sesama warga Indonesia di Wellington mengadakan surprise baby shower untuk saya, dan kedua teman saya lainnya. Kebetulan kami bertiga sama-sama memiliki due date di bulan Desember. Di baby shower ini saya merasakan limpahan perhatian dan kasih sayang teman2. Alhamdulillaah walau jauh dari Indonesia masih diberi kesempatan bertemu dan bersahabat dengan teman2 setanah air yang baik2 dan penuh perhatian. 🙂

Day 1 – Fri 28 Oct 2016

1pm

Seperti biasanya, siang hari saat jumatan tiba saya dan Naisha ikut pergi naik mobil bareng Mr. Ghifary. Tapi  bukan untuk jumatan melainkan untuk belanja. Kebetulan di dekat masjid yang jaraknya sekitar 3-5 menit naik mobil dari rumah, ada sebuah supermarket yang harganya terbilang paling murah di antara supermarket lainnya. Jadi selama Mr. Ghifary jumatan saya bisa belanja banyak dan ga pusing mikirin bawa belanjaan, toh Mr. Ghifary bawa mobil ini. Saat belanja itulah, kali pertama saya beli diapers dan shampoo untuk melengkapi perlengkapan bayi, serta pembalut melahirkan dan breast pad untuk saya. Tanpa tahu sekitar 8jam kemudian ketuban saya mulai rembes.

9-ish pm

Malam hari lagi nyantai. Saya merasa ada air keluar seperti pipis. Sedikit sih, jadi saya pikir akhirnya saya ngompol juga (maklum ibu hamil sering pipis tapi susah nahan). Saya pakailah pembalut (untung udah beli). Pas awal banget mikir ngompol itu saya udah bilang ke Mr. Ghifary, kalau saya ngompol tapi tidak menutup kemungkinan ini pecah ketuban. Tapi kok kemudian ngompolnya terus2an. Ada kali saya ganti pembalut 3-4kali kurang dari setengah jam. Setelah merasa agak yakin ini ketuban rembes bukannya pipis, Mr. Ghifary minta saya hubungin midwife saya yang namanya Jo.

9.34 pm

Sms midwife. Ngabarin kalau curiga ketuban rembes. Anehnya, midwife saya yang selalu langsung balas sms entah kenapa kali ini lama ga bales2. Mr. Ghifary akhirnya maksa saya buat nelpon midwife.

10.04 pm

Udah setengah jam sms ga dibales akhirnya coba telpon Jo. Pas Jo ngangkat telp dia minta maaf katanya lagi di ultah ke 21 kerabatnya (which is a big deal, kaya ultah ke 17 di Indo), ga sadar ada sms dan dia baru mau telp saya. Di telepon dia tanya, “Remind me again, how many weeks are you?”, yang mana saya jawab, “34weeks”. Kemudian dia bilang, “Okay, I’m coming in 30mins. Don’t throw your pad away so I can check your water”. Selama nunggu Jo dateng itu sebetulnya masih berharap kehamilan bisa dilanjutin, lanjut aktifitas seperti biasa di rumah aja. Tapi ga denial juga ada kemungkinan ke RS kan. Jadilah buru2 nyiapin tas buat nginep di RS.

10.30 pm

Jo dateng, kemudian cek pembalut. Bener ternyata ketuban yang rembes bukan pipis. And then she said, “You need to go to the hospital”. Jeng jeengg. Beneran nih ke rs. Pikiran pertama yang terlintas: trus Naisha sama siapaa??? Jadi plan kami itu kalau saya udah waktunya persalinan bakal nitipin Naisha ke tetangga orang Indo satu2nya di suburb kami. Tapi due date saya itu masih sebulanan lagi, awal Des. Saat ini tetangga saya masih liburan di Indonesia, baru pulang tanggal 1 Nov. Mana abis itu saya nyoba bangunin Naisha buat berangkat ke RS Naishanya ga bangun2 pula. Bingung kan harus gimana. Tapi akhirnya Jo bilang supaya saya berangkat ke rs bareng mobilnya dia aja. Jadi keputusannya malam itu, lahir ga lahir bayinya, Mr. Ghifary stay di rumah sama Naisha. Saya berangkat ke rs sama Jo. Sedih banget sih, sempet ngebayangin lahiran sendiri ga sama suami. Lebih sedih lagi ngeliat Naisha tidur. Karena saya dari lama udah cita2 banget, mau peluk2an, foto2 dulu kalau waktunya tiba buat saya harus lahiran ke RS. Enjoy our last moment together just the two of us, and for her being the only child. Akhirnya tetep ambil foto berdua Naisha sebelum berangkat, walau dia lagi tidur sekalipun.

10.50 pm

Masuk ke rs. To be honest, saya ga ada tampilan mau lahiran sama sekali. Jalan masih gagah, ga ada sakit2nya. Tapi Jo insist saya naik kursi roda. Yowes gapapa. FYI, kalau seorang ibu hamil mempercayakan kehamilannya ke seorang midwife/LMC (lead maternity career), maka semua yang berhubungan dengan proses persalinan akan diurus/ditangani oleh midwife. RS itu bisa dianggep tempat numpang lahiran aja. Tapii, karena saya ketuban pecah dini di usia 34w, yang mana akan melahirkan di usia kurang bulan (kurang dari 37w), jadilah semua keputusan tindakan terhadap saya harus sesuai arahan dokter kandungan.

Setelah saya check in ke rs, Jo urus semua2nya. Ngehubungin midwife rs jaga, dsog jaga, urus dokumen, hingga pasang IV line (jarum yang ada lubangnya buat masukin infus/antibiotik) di tangan kiri saya dll. Saya berbaring aja di kasur. Numpang tidur. Maklum, ga ada tampilan mau ngelahirin.

11-ish pm

Midwife saya pamit pulang. Katanya dia udah ga dalam posisi berhak nentuin apa2. Semua tergantung dsog jaga, dan ada midwife rs buat bantuin saya lahiran. Nanti akan ada dsog dan midwife rs yang dateng dan take care saya. Tapi katanya seandainya dini hari saya lahiran dan saya mau dia ada, saya tinggal minta midwife jaga untuk hubungin dia, dan dia akan datang nemenin saya lahiran. Baik banget yah, hiks terharu. Ohya menurut Jo, karena saya pecah ketuban di 34weeks saya bakal dikasih antibiotik supaya mencegah infeksi dan bakal disuntik steroid untuk mematangkan paru2 bayi. Dan kalau sampai besok pagi saya belum lahiran, saya bakal diinduksi. Pokoknya midwife saya ntah kenapa yakin banget saya bakal cepet lahiran. Sementara saya sebaliknya, merasa ga ada tanda2 lahiran. Karena saya ngerasain si bayi masih ngambang di perut atas, ga ada tanda2 turun yang bikin sakit di bagian bawah sampai susah jalan seperti yang saya rasain waktu Naisha lahiran dahulu. Tapi yasudahlah, sudah berusaha pasrah lillaahi ta’ala kalau memang malam itu lahiran, sendiri tanpa suami. Nelpon Mr. Ghifary pun sempet nangis, abis gimanaaa sedih juga gitu ke rs sendiri (tanpa keluarga), mikir bakal lahiran sendiri tanpa siapa2, hiks hiks. 😦

Setelah ditahan2 beberapa saat, akhirnya mutusin untuk ngabarin keluarga di Indo tentang kondisi kami bertiga. Bagaimanapun juga mau minta maaf dan tentunya minta doa sama orangtua, mertua, dan keluarga lainnya. Akhirnya ngirim wa sambil nangis huhuhu. Pas mama bilang mau telpon saya bilang jangan ditelpon ntar saya nangis. Padhal mah udah, hahahah.

Day 2 – Sat 29 Oct 2016

12 am

Pertama kali didatengin sama midwife jaga. Midwifenya nanya banyak dan detil banget tentang histori saya, ga cuma kehamilan kali ini tapi juga kehamilan sebelumnya. Gak lama setelah midwife beres catet semua informasi saya, datang dsog jaga. Dokternya nanya2 lagi tapi ga banyak kemudian usg saya. Alhamdulillaah bayi, ketuban, semua ok dan sehat. Karena dini hari itu ternyata saya masuk usia kandungan 35weeks, menurut dokter saya ga perlu disuntik steroid. Tapi tetep dikasih antibiotik setiap 8 jam. Ohya dokter juga bilang saya ga akan langsung diinduksi, tapi akan ditunggu lahiran alami 1-2 hari ke depan.

1.20 am

Pertama kali disuntik antibiotik via IV line sama midwife jaga. Juga dicek temperatur, tekanan darah.

1.30 ~ 8 am

Mencoba tidur, tapi sulit. Terasa sedikit kontraksi, tapi ga ada apa2nya sih kalau dibandingin sama kontraksi lahiran Naisha.

Pagi ini langsung ngehubungin mantan flatmate, yang anaknya BFFan sama Naisha. Akhirnya minta tolong untuk nitip Naisha nginep di sana 1-2 hari. Alhamdulillaah mereka bersedia. Memang Allah udah tahu waktu yang paling tepat ya. Dikasih masuk RS menjelang weekend, jadi enak nitipin Naisha karena kalau weekend dia bisa puas main sama BFFnya. Seandainya weekdays pas sekolah yang ada malah ngerepotin ex-flatmate saya itu.

9 am

Suntik antibiotik ke2. Midwife jaga tanya2 kondisi. Yang mana kondisinya terasa masih jauh dr lahiran sih. Kontraksi yg semalam kerasa, pas pagi ga ada lagi.

10 am

Midwife bilang mau kasih gel di “bawah sana”. Waktu itu saya sempat bertanya, apa ini induksi? Karena katanya dokter masih mau ditunggu 1-2hari. Midwife nelpon dokter buat ngecek lagi. Katanya gelnya buat ngelunakin mulut rahim, dan midwife bilang kalau saya ga mau gapapa. Saya ga nangkep sih jadinya itu induksi apa bukan, tapi akhirnya saya nurut aja dikasih gel itu. Untungnya biasa aja sih ga ada rasa sakit apa2, agak nervous aja pas awalnya.

Ga lama kemudian Mr. Ghifary datang, huhu betapa senang dan campur aduk rasanya. Bahagia udah ga sendirian lagi. :’-)

1 pm

Sampai saat ini saya masih merasa ga ada tanda2 mau melahirkan. Jalan masih gagah, belum ada blood show, ga ada kontraksi. Saya sempet tanya sih, apa saya perlu jalan2 yang banyak atau gimana. Tapi midwife bilang mending saya istirahat aja. Ternyata setelah saya selidiki lebih lanjut, sampai saat itu memang bisa dibilang labour saya belum mulai. Jadi ga ada gunanya saya mencoba active labour.

4.25 pm

Dokter kandungan dateng lagi. Dokternya beda sama yang hari sebelumnya, karena memang dokternya dokter jaga semua. Ohya alhamdulillaah dokternya perempuan semua, RSnya memenuhi permintaan yang saya ajukan melalui midwife saya. Dsognya nge-usg saya lagi. Hasilnya semua ok, baik bayi, ketuban, juga hasil kontraksi ctg. Di sini saya tanya dokter, babynya berapa beratnya. Katanya sih karena ketuban udah rembes jadi perkiraannya mungkin meleset, tapi dokter bilang baby beratnya sekitar 2.2kg. Baiklah, setidaknya udah ada gambaran bayi bakal BBLR (kurang berat, batas amannya 2.5kg). Pas dokter dateng ini juga pertama kali saya cek dalam. Tapi kata dokter kepala masih jauh, mulut rahim masih belum lunak.

5 pm

Berdasarkan hasil cek dalam, akhirnya saya dikasih gel pelunak cervix lagi sama midwife jaga. Plus antibiotik yang ke 3.

Day 3 – Sun 30 Oct 2016

1 am

Suntik antibiotik ke 4. Still no kontraksi. Masih gitu2 aja. Malah tidur saya nyenyak sekali.

5 am

Kebangun sendiri. Rasanya puas banget tidur semalaman bener2 nyenyak ga ada gangguan apapun. Pas bangun saya sampai bingung sendiri, ini beneran mau lahiran apa nggak sih, haha. Akhirnya nelpon midwife jaga. Laporan deh, kok kontraksi saya ilang sama sekali. Masalah apa nggak. Tapi ya yang namanya nakes di sini bawaannya bikin pasiennya tenang mulu. Yang ada malah dibilang, bagus itu bisa tidur, simpen energi. Sementara saya khawatir kok malah ilang si kontraksi. Tapi yasudahlah. Saya malah disuruh mandi pagi. Karena kayanya belum bakal lahiran dalam waktu dekat, akhirnya Mr. Ghifary mutusin pulang dulu ke rumah setelah semalaman nemenin saya di RS, sekalian ambil beberapa barang yang ketinggalan juga.

9 am

Dokter obgyn jaga dateng lagi. Masih muda banget, namanya Dr. Chu (apa Shu, ya? lupa). Periksa dalam lagi, katanya masih belum lunak. Plus katanya tangan si bayi megang kepala jadi pas periksa dalam yang kepegang duluan malah jari2, kepalanya masih jauh. Dokter mutusin masang clip di kepala supaya lebih gampang ngemonitor apaa gitu ya lupa. Yang ga bakalan lupa adalah rasa sakit luar binasa pas dipasang clip itu. Kalau ada yang bilang periksa dalam sakit, seriously itu ga ada apa2nya dibanding masang clip di kepala bayi. Pengen ngejelasin si clip dan kawat spiralnya yang menjuntai tapi takut vulgar ah. Yang bikin ngenesnya adalah, abis si dokter cape2 masang clip yang rasanya sakit parah itu sampai saya nangis (mana Mr. Ghifary belum balik pula 😦 ), abis itu ga lama eeh clipnya ga sengaja kelepas sama midwife jaga!! capedeh #kzl. Tapi akhirnya ga dipasang lagi sama dokternya ga usah katanya.

Ohya sebelum masang clip, dokter bilang karena udah lewat satu hari pake gel pelunak ga mempan, dia bilang udah saatnya diinduksi. Induksinya pake infus. Dosisnya akan dinaikkan perlahan sampai result yang diharapkan, yaitu lahiran. Trus saya tanya dokternya, kalau ga berhasil gimana dok? dia jawab mau ga mau caesar. Tapi itu bukanlah sesuatu yang diharapkan katanya. Menurut dokternya semua kondisi (saya, bayi) ok, dan harusnya induksi berjalan lancar dan saya bisa lahiran normal. Saya juga tanya, apa boleh saya induksi sambil berjalan-jalan? Tetapi ternyata selama proses induksi perut hamil saya dipasangin alat CTG untuk memonitor jalannya kontraksi. Jadi susah gerak, ada alat di perut sambung kabel ke alat gede di meja. Akhirnya bisanya cuma tiduran aja.

10.20 am

Jo datang. Sejak berpisah jumat malam sama midwife saya, akhirnya kita bertemu lagi #tsaah. Sesungguhnya dia gak mengira saya bakal selama ini lahirannya. Dia pikir setidaknya sabtu saya bakal lahiran “tiba2” dengan midwife jaga. Tapi karena akhirnya saya diinduksi, Jo pun datang dan bisa membantu hingga saya lahiran. Bahkan beliau yang menaikkan dosis induksi infus saya secara perlahan, sesuai arahan dokter. Waktu dia datang, dengan pedenya dia bilang, “ga lama lah induksi, paling siang ini kamu lahiran”. Padahal dia ngomong gitu saya masih segar bugar. Sejujurnya masih ga kebayang sama sekali bisa lahiran hari itu juga. 😀

10.40 am

Mulai diinfus cairan induksi. Kata Jo, mulai dr 2ml dulu ya. Nanti dosisnya naik pelan2. Ohya selain Jo, ada satu student midwife yang minta izin ke saya supaya boleh nimbrung ikutan bantu selama proses labour dan persalinan saya.

11 am – 3 pm

Dosis infus naik pelan2. Dari 2ml naik ke 4ml, 6ml, hingga 8 ml. Mr. Ghifary datang sekitar jam 1 siang, udah hampir 2 jam sejak induksi dimulai. Tapi ketika itu masih belum terasa sakit yang kentara sih, alhamdulillaah. Selama dosis pelan2 naik itu, sebetulnya saya udah mulai ngerasain kontraksi. Tetapi lagi2, saya selalu ngebandingin dengan kontraksi waktu lahiran Naisha, dan ini semua ga ada apa2nya dibandingin sakitnya kontraksi lahiran Naisha. Waktu lahiran Naisha saya udah nangis2 dan teriak kejer dari jam 8 malem, padahal lahiran baru jam 2 pagi besoknya. Induksi 8ml? Teriak pun belum butuh rasanya. Kalaupun ada rasa sakit ya saya tahan2 aja, saya yakin masih bisa dihandle. Mungkin ada sedikit bekal dari baca2 gentle birth juga kali ya, beberpa hari sebelum pecah ketuban. Jadinya saya lebih bisa menguasai diri. Selama induksi hingga jam3 sore ini saya coba atur mind, body and soul aja. Percaya bahwa gelombang kontraksi adalah suatu keniscayaan, yang perlu disambut. Karena tanpa kontraksi ga akan terjadi proses lahiran. Banyak2 tarik nafas, istighfar, baca doa2. Berbaring setengah duduk sambil menutup mata. Alhamdulillaah semua masih bisa diatasi.

3.30 pm

Sesuai arahan, dokter akan kontrol setelah 4jam mulai induksi. Pas dicek bukaan dalam, udah mulai lunak mulut rahimnya kata dokter. Tapi bukaan masih sekitar 2. Dokter minta ke Jo agar dosis induksi terus dinaikkan, untuk mempercepat proses persalinan. Saat itu shift student midwife sudah selesai, kontrol dokter juga selesai, jadi tinggallah saya, Mr. Ghifary dan Jo di ruang persalinan. Nah, ternyata ketika naik dosis hingga akhirnya 12ml, rasa sakit yang sebenarnya mulai terasa. Saya sempat meminta supaya boleh tiduran menyamping ke kiri, supaya berkurang rasa sakitnya. Namun ternyata monitor ctg hasilnya kurang oke kalau posisi saya menyamping. Jo bilang, “the baby doesnt like it”. Terpaksalah saya kembali berbaring telentang setengah duduk. Ternyata ga enaknya induksi tuh ini. Ga bisa endure the pain dengan active labour, misal jalan2, berendam air panas, senam di gym ball, karena terikat dengan alat dan kabel CTG.

4 pm

Sakit makin terasa. Untuk pertama kalinya saya melenguh kaya sapi, alias moaning. Sambil mulai remes2 tangan Mr. Ghifary. Tapi saya masih yakin ga perlu teriak ataupun nangis. Cukup melenguh aja. Eh ternyata baru juga beberapa kali melenguh, Jo nawarin saya untuk menghirup gas supaya mengurangi rasa sakit. Awalnya saya agak ragu. Saya mikirnya ini kan baru bukaan 2 nih, kalau saya pake pain relief sekarang, ntar pas sakit makin parah di bukaan lebih tinggi, pain reliefnya bisa jadi malah nggak ngaruh ga sih? Saya pikir nanti saya jadi bebal gitu. Apa ga mending nanti2 aja pas bukaan udah tinggian dikit. Tapi kata Jo nggak apa2, dicoba aja hirup gasnya. Akhirnya Mr. Ghifary yang maksa saya buat ngehirup gasnya. Subhanallah walhamdulillaah, seriously, itu gas amat sangat meringankan penderitaan saya. Gas N20, yang ketika dihirup efeknya bikin ngefly, beneran deh ngebantu ngilangin sakitnya rasa kontraksi. Jadi pas dirasa2 kontraksi mau dateng, dihiruplah si gas itu. Kalau kata Jo, gas itu bakal bikin space out. Dan efeknya memang lebih manjur buat orang2 yang ga pernah nyobain alkohol, maupun drugs kaya saya. Manjur banget lah pokoknya. Saya juga jadi ada kegiatan yang bikin saya fokus, yaitu ngerasa2 kapan gelombang kontraksi akan datang. Kalau telat ngehirupnya, space outnya telat juga jadi tetep kerasa kontraksinya. Ohya dari monitor CTG juga kata Mr. Ghifary bisa kebaca grafiknya kapan kira2 bakal datang gelombang kontraksi baru. Jadi seringkali Mr. Ghifary ngasih aba2 ke saya buat ngehirup gasnya. Buat saya, gas pain relief ini sangat berjasa, mensukseskan persalinan saya yang pada akhirnya alhamdulillaah tanpa air mata setetespun. Which means ga sakit2 amat dibanding lahiran Naisha.

4.30 – 5 pm

Dari pengamatan Jo melihat grafik hasil monitor CTG, kontraksi saya makin lama makin banyak. Kalau ga salah nih ya, dia bilang kontraksi saya udah 7x dalam 10 menit. Harusnya cuma 5-6x aja. Jo akhirnya laporan sama dokter jaga, nanyain dosis saya perlu diturunin apa nggak. Sementara itu saya masih terus fokus hirup gas pas akan kontraksi, space out ketika kontraksi, kemudian istirahat pas lagi ga kontraksi. Repeat. Pas Jo balik dari laporan ke dokter, Jo cerita kalau dia tanya dokternya apa perlu diturunin dosisnya. Eh malah dokternya jawab gini, “Keep pushing Jo, keep pushing. Otherwise we wont have the baby (here), and they’ll end up having caesarian”.

Seriusan deh, salut banget saya sama prosedur di RS sini. Pas tahu ketuban rembes lalu saya harus masuk RS, saya pikir ga lama saya bakal langsung induksi, bahkan bisa jadi caesar langsung. Ternyata lebih dari 36jam saya ditungguin supaya bisa lahiran alami. Baru diinduksi infus setelah hampir 38 jam ketuban saya rembes. Udah gitu masih dipush terus sama dokter supaya bisa tetep lahiran normal. Alhamdulillaah.

5 – ish pm

Saya udah ga inget lagi setelah 12ml apa dosis masih dinaikkin apa nggak. Karena kalau ga salah di awal Jo bilang maksnya itu 16ml. Udah mulai agak blur karena kontraksi makin sakit. Walau udah ngehirup gas dan space out tapi rasa sakitnya masih ada. Akhirnya saya mulai moaning lagi walau udah pake gas. Jo coba cek bukaan dalam lagi. Tapi masih bukaan 8 katanya, belum boleh ngeden. Saya masih berusaha ngehirup gas, campur moaning, dan tentunya tetep ngeremes tangan Mr. Ghifary.

5.30 – ish pm

Sampailah suatu momen di mana saya merasa sakit yang luar biasa, yang ga ketahan lagi sama gas pain relief. Saat itu saya inget saya teriak “saaaakiiiiiiit” yang kenceng. Trus Jo, midwife saya bingung. “What? What Ghif? What did she say?”. Saking sakitnya sampai saya lupa ngomong bahas Inggris. #facepalm. Jo, merasa saya mengalami kesakitan yang beda dari sebelum2nya, akhirnya coba cek dalam lagi. Ternyata udah full katanya. Dia bilang sesungguhnya dia ga nyangka akan secepat ini full nya. Iya juga sih, secara 1,5 jam yang lalu masih bukaan 2. Jo pun buru2 telpon midwife jaga untuk minta bantuan, plus minta dokter anak untuk stand by.

Midwife jaga dateng. Jo dan midwife jaga mulai kasih aba2 untuk saya push, kalau gelombang kontraksi datang lagi. Ga usah pake gas pain relief lagi katanya, udah ga ngaruh. Oke lah saya lepas selangnya. Udah siap banget rasanya mau ngeden.

Datanglah si gelombang pertama. Ngeden lah saya sejadi2nya, teriak sekuat tenaga. Remes2 tangan Mr. Ghifary sekencang2nya. Ga ada hasilnya ternyata.

Kemudian datang gelombang kedua. Ngeden lagi, teriak lagi, ga ada hasil lagi. Aduh kok rasanya sama kaya proses Naisha. Masa harus divakum lagi??

Setelah 2x gagal ngeden, Jo sama midwife jaga bilang ke saya bahwa alih-alih teriak, lebih baik fokus di push nya, ngedennya, ngedorong bayinya. Sepersekian detik saya langsung mikir. Iya juga ya. Kayanya 2 percobaan sebelumnya saya gede di teriak doang, tapi tubuh ini ga mencoba dorong si bayik. Okelah kita coba lagi.

Gelombang kontraksi ketiga. Saya coba praktekkan push bayi dari dalam, mengarahkan menggerakkan otot2 rahim supaya mendorong bayi ke luar. Dan ternyata berhasil! Kepalanya keluar. Mr. Ghifary bilang kepalanya udah keliatan! Tapi abis itu kontraksi ilang. Alhamdulillaah bayi udah sebagian keluar.

Gelombang kontraksi ke-empat. Sekali lagi dorong sekuat tenaga, dan akhirnya alhamdulillaah. Segala puji bagi Allah, Rumi Averrous Muhammad Shadiq lahir ke dunia pada pukul 18.10 waktu Wellington. Masya Allah.

Kemudian setelah itu semuanya terasa surreal. Dari mulai Rumi nangis, dipotong tali pusat sama Mr. Ghifary. Dibalut doang pake handuk dicek kondisi dan beratnya sama dokter anak. Ternyata beratnya 2480gr, not bad for a 35w1d born baby. Lalu lanjut skin to skin sama saya. Ga IMD sih karena bukan bayinya yang inisiasi, tapi sayanya, diminta Jo, untuk coba nyusuin. Alhamdulillaah ga lama prosesnya Rumi langsung mau menyusu. Indah sekali ternyata. Karena proses ini sebelumnya tidak saya rasakan dengan Naisha yang pasca lahiran vakum langsung masuk inkubator bahkan tanpa saya sentuh sama sekali.

Alhamdulillaah placenta juga lahir dengan selamat. Dijahit pun hanya satu jahitan saja dan gak sakit! Sepertinya biusnya lebih manjur dibanding yang sebelumnya. Overall saya puas dan bahagia dengan persalinan kedua saya ini. Lebih nggak sakit, nakes sangat kooperatif, jaitan gak kerasa, ruang bersalinnya juga sangat nyaman, semuanya lebih terasa nyaman buat saya. Alhamdulillaah. Terima kasih Allah SWT atas nikmat dan karunianya. Terima kasih sebesar2nya kepada suami tercinta Mr. Ghifary juga putri tersayang Naisha, serta kepada semua kerabat dan saudara atas doa-doanya. Dan tidak lupa terima kasih saya ucapkan kepada midwife tersayang Jo, juga seluruh staff delivery suite Wellington Reg Hospital.

Next, saya berencana cerita tentang pengalaman Rumi selama 14 hari di NICU. Doakan segera jadi ya tulisannya… 😀

Wassalaamu’alaikum wr. wb.